Ada kutipan yang kita ambil dari uraian seorang muballigh kondang sekaligus seorang entrepreneur.
Dalam berbisnis lakukan dengan niat baik yaitu jangan berorientasi pada uang, melainkan berorientasilah pada nilai tambah yang diberikan, baik nilai tambah secara bisnis/usaha (business value) maupun nilai tambah pribadi (personal value) sebagai seorang manusia di hadapan Allah.
Business value berarti nilai tambah yang diberikan oleh bisnis kita kepada masyarakat, contoh sederhananya dapat memberikan kesempatan kerja baru, menciptakan kemudahan bagi masyarakat dan sebagainya..
Personal value artinya nilai diri kita sebagai seorang pengusaha/enterpreuner haruslah sejalan dengan bisnis kita, artinya ketika bisnis kita semakin lancar/sukses, maka semestinya kita juga semakin dekat dengan Yang Kuasa. karena pemilik dan pemberi dari rezeki yang datang adalah Allah semata.
1. Rezeki penguat tubuh. Rezeki ini telah dipastikan oleh Allah pasti diperoleh oleh setiap makhluknya yaitu rezeki untuk makan. Biar bagaimanapun susahnya keadaan seorang manusia, dijamin kebutuhan akan makan ini terpenuhi karena sudah merupakan jaminan Allah. Dicontohkan selama 9 bulan di kandungan sang anak selalu saja tercukupi kebutuhan penguat tubuhnya.
2. Rezeki yang digantungkan. Sesuai dengan firman-Nya, Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang bergerak mengubahnya. Untuk rezeki ini diperintahkan bagi kita untuk berdoa kemudian berusaha untuk menjemput rezeki ini. Bukan mencari rezeki. Karena jika kita mencari rezeki bermakna ada kemungkinan dapat dan ada kemungkinan tidak dapat. Namun Menjemput rezeki bermakna pasti ada yang kita jemput yang merupakan pemberian Yang Kuasa, dengan kata lain bagi action member yang berusaha, sudah ditentukan kesuksesannya, sudah ada rezekinya, hanya mungkin kendaraan apa yang kita gunakan untuk menjemput dan atau berapa lama waktu yang diperlukan untuk menjemput tersebut. Sehingga manusia dituntut memiliki keterampilan (yang berupa akal dan ruhiah).
3. Rezeki yang dijanjikan. Rezeki-rezeki yang dijanjikan oleh Allah akan datang apabila kita rajin mendistribusikan dari rezeki yang kita peroleh (rezeki no.2 diatas) dengan cara infaq, zakat, sedekah dsb. Seseorang tidak akan miskin hanya karena ia bersedekah, melainkan akan ditambahkan rezeki untuknya.
(Sumber Website)
(Sumber Website)